‘'Ikutilah (ajaran Rasulullah) dan
jangan membuat bid'ah. Sesungguhnya kalian telah dicukupi (dalam masalah agama
ini). Dan setiap bid'ah itu sesat.'’ (Al-Ibanah,1/327)--Ibnu Mas'ud
Radhiyallahu anhu
‘’Pelajarilah Ilmu, karena
mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah,
mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada
orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah
Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam
kesunyian’’.--Muadz bin Jabal radhiyallahu'anhu
‘'Tidaklah menjadi baik akhir umat
ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki dengannya generasi pertama
umat ini. Maka setiap apa yang pada hari itu (zaman shahabat) tidak dikatakan
sebagai agama, maka tidak pula hari ini (zaman sekarang) dikatakan sebagai
agama.'’--Al-Imam Malik rahimahullah
Ali bin Abi Thalib berwasiat kepada Kumail bin
Ziyad t, “Manusia ada tiga golongan: (1) alim rabbani; (2) orang yang belajar
di atas jalan keselamatan; dan (3) orang rendahan yang tidak tahu aturan,
selalu mengikuti setiap penyeru, condong kemana pun angin bertiup, tidak bisa
mengambil penerang dari cahaya ilmu, tidak pula berlindung kepada tiang yang
kuat.
Ilmu lebih baik daripada harta karena ia akan menjagamu. Adapun harta, engkau yang menjaganya. Ilmu akan bertambah dengan diamalkan, sedangkan harta akan berkurang ketika dibelanjakan.
Mencintai orang yang berilmu adalah bagian agama.
Ilmu membuat pemiliknya berada dalam ketaatan sepanjang hayatnya, pembicaraan yang baik setelah dia meninggal. Adapun harta, pengaruhnya akan hilang seiring dengan lenyapnya harta itu.
Para penjaga harta seakan-akan mati dalam hidupnya. Adapun orang berilmu akan tetap abadi sepanjang masa ….
(Min Washaya as-Salaf, hlm. 12—14)
Ilmu lebih baik daripada harta karena ia akan menjagamu. Adapun harta, engkau yang menjaganya. Ilmu akan bertambah dengan diamalkan, sedangkan harta akan berkurang ketika dibelanjakan.
Mencintai orang yang berilmu adalah bagian agama.
Ilmu membuat pemiliknya berada dalam ketaatan sepanjang hayatnya, pembicaraan yang baik setelah dia meninggal. Adapun harta, pengaruhnya akan hilang seiring dengan lenyapnya harta itu.
Para penjaga harta seakan-akan mati dalam hidupnya. Adapun orang berilmu akan tetap abadi sepanjang masa ….
(Min Washaya as-Salaf, hlm. 12—14)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar